Studi Temukan Antibodi dari Vaksin Covid-19 Tak Mampu Lawan Varian Baru

Share Keteman & Saudara


igogo.id – Menurut sebuah studi baru, antibodi yang diinduksi oleh beberapa vaksin Covid-19 kurang efektif menetralisir varian baru virus corona Covid-19 di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan.

Studi yang dipublikasikan di Jurnal Cell, mencatat bahwa antibodi penetral yang diinduksi oleh vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif melawan strain virus corona di Afrika Selatan dan Brasil.

Menurut para ilmuwan, antibodi penetral bekerja dengan mengikat virus secara erat dan memblokirnya memasuki sel untuk mencegah infeksi. Meski demikian, pengikatan ini hanya terjadi ketika antibodi dan virus cocok, ibarat kunci dan gemboknya.

Jika bentuk virus ini berubah ketika antibodi menempel padanya, antibodi tersebut mungkin tidak bisa lagi mengenali dan menetralisir virusnya.

Baca Juga:
Vaksin Covid-19, Ini 5 Mitos yang Harusnya Jangan Dipercayai!

Para ilmuwan telah membandingkan seberapa baik antibodi bekerja melawan strain asli virus corona Covid-19 dan varian baru yang bermunculan.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Ketika para ilmuwan menguji strain baru virus corona terhadap antibodi penetralisir yang diinduksi oleh vaksin, mereka menemukan 3 strain baru virus corona Afrika Selatan yang 20-40 kali lebih resisten.

Sementara itu, strain baru virus corona di Brasil dan Jepang juga 5 hingga 7 kali lebih resisten terhadap vaksin Covid-19 dibandingkan virus SARS-CoV-2 aslinya dari Wuhan.

“Secara khusus, kami menemukan bahwa mutasi virus corona di bagian tertentu dari protein lonjakan disebut domain pengikat reseptor yang lebih mungkin membantu virus melawan antibodi penawar,” jelas peneliti dikutip dari Times of India.

Namun, kemampuan varian baru virus corona Covid-19 ini melawan antibodi penetral ini bukan berarti vaksin tidak akan efektif melawannya.

Baca Juga:
Stok Vaksin Covid-19 di Bandar Lampung Hampir Habis

Baca Juga :   Saran Ahli Gizi Untuk Busui Agar Nutrisi dan Kalori Tercukupi

“Tubuh memiliki metode perlindungan kekebalan lain selain antibodi. Temuan kami tidak selalu berarti bahwa vaksin Covid-19 tidak akan mencegah virus corona, tapi antibodi mungkin kesulitan mengenali beberapa varian baru,” jelasnya.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: