Mengira Keguguran, Wanita Hamil Ini Rupanya Alami Gejala Kanker Usus Besar

Share Keteman & Saudara


igogo.id – Jenna Scott, wanita berusia 34 tahun ini, sedang hamil tujuh bulan ketika ia tanpa sadar mulai mengalami gejala kanker usus besar pada 2016 silam.

Namun sebelum itu, ia mengira keguguran ketika wanita berkulit hitam ini mengalami pendarahan di dubur dan perutnya sakit.

Saat itu dokter juga mengatakan bahwa sakit perut sangat umum pada orang hamil sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Tetapi ketika gejalanya menetap hingga ia melahirkan, dokter mendiagnosisnya dengan kanker kolorektal stadium empat.

Baca Juga:
Rayakan Ulang Tahun, Suga BTS Sumbang 100 Juta Won Untuk pasien Kanker

“Dia memberi tahuku bahwa aku menderita kanker,” kata Scott, dilansir Insider.

Ilustrasi ibu hamil (Freepik)

Kehamilan menutupi gejala kanker dan menunda pengobatan

Gejala umum kanker kolorektal, atau kanker usus besar dan rektal, adalah sakit perut, diare, sembelit, dan kelelahan. Semua gejala tersebut dapat dikaitkan dengan kehamilan.

Scott tidak pernah mencurigai seseorang di usianya bisa mengidap segala bentuk kanker agresif, terutama sebagai seseorang yang selalu makan makanan sehat dan berolahraga secara teratur.

Sementara stadium awal kanker usus besar sangat dapat diobati dan memiliki tingkat kelangsungan hidup 90%, stadium lanjut justru lebih mematikan. Selain itu, angka kasusnya makin meningkat di kalangan orang muda.

Baca Juga:
Waspada jika Alami 5 Perubahan Tubuh Berikut, Bisa Jadi Tanda Kanker

Peningkatan ini mengerikan di komunitas kulit hitam. Sebab, penelitian menunjukkan orang kulit hitam lebih mungkin mengalami kanker usus besar parah.

Karenanya, Scott saat ini menghabiskan waktunya untuk mengadvokasi kesadaran tentang kanker kolorektal di komunitas kulit hitamnya sambil melawan penyakitnya sendiri.

“Saya benar-benar fokus untuk menyebarkan berita kepada komunitas saya, komunitas kulit hitam, karena kami sama sekali tidak pernah membahasnya. Kami tidak memeriksakan diri ke dokter seperti yang seharusnya dan akses ke perawatan kesehatan tidak semudah itu,” tandasnya.

Baca Juga :   Studi Temukan Antibodi dari Vaksin Covid-19 Tak Mampu Lawan Varian Baru

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: