Kasus Asabri, Negara Rugi Hingga Rp 23,73 Triliun, ini 8 tersangkanya

Share Keteman & Saudara

Kasus Asabri – Hingga saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam penghitungan total akibat kerugian keuangan negara dari korupsi di PT Asabri. Sementara ini, kerugian negara dihitung mencapai Rp 23,73 triliun. “Kerugian keuangan negara masih dalam penghitungan oleh BPK dan untuk sementara ini sebesar Rp 23,73 triliun.

Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan orang tersangka dalam dugaan korupsi PT Asabri. Dua di antaranya merupakan

  1. eks Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri
  2. Sonny Widjaja. Kemudian,
  3. BE selaku Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014,
  4. HS selaku Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019
  5. IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017.
  6. Heru Hidayat
  7. Benny Tjokrosaputro
  8. LP selaku pihak swasta yang diduga mengendalikan kegiatan investasi Asabri pada 2012-2019.

Heru dan Benny ternyata juga sebagai tersangka di kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

delapan tersangka ini bagian dari total 10 orang yang diperiksa penyidik. 8 tersangka ditahan selama 20 hari dimulai dari 1 Februari 2021. Adam Damiri dan Sonny Widjaja ditahan terpisah di Rutan Kelas I Jambe Tigaraksa Tangerang. Sementara, BE, HS, IWS, dan LP ditahan di Rutan Salembang Cabang Kejaksaan Agung. “BTS (Benny Tjokrosaputro dan HH (heru Hidayat) karena berstatus sebagai terdakwa dalam perkara lain tidak dilakukan penahanan, (sudah) ditahan dalam perkara lain.

Korupsi yang terjadi di perusahaan pengelola dana pensiun TNI dan Polri ini sama dengan yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dimana telah dirampungkan pada tahun lalu. yaitu manipulasi investasi dengan mengikut sertakan pihak-pihak yang tidak merupakan manajer investasi dan tidak menggunakan analisis dalam investasi dananya.

Kasus Asabri
Mantan dirut asabri Adam Rachmat Damiri

Dalam keterangannya, kasus ini bermula dari adanya kesepakatan yang diprakasai oleh manajemen Asabri periode 2011-2016 dan 2016-2020 dengan Benny Tjokrosaputro (BTS) alias Bentjok dan Heru HIdayat (HH) dalam mengatur dan mengendalikan portofolio investasi Asabri dalam bentuk saham dan reksa dana.

Kasus Asabri – ARD yang salah satu tersangka, dimana sebelumnya adalah direktur utama di PT Asabri periode 2011-2016 yang membuat kesepakatan dengan Bentjok. Dilanjutkan dengan direktur utama periode berikutnya, SW, juga melakukan kesepakatan dengan Heru Hidayat. Namun disayangnya kesepakatan kedua direksi ini justru membuat rugi perusahaan tapi malah menguntungkan kedua pihak eksternal ini.
Kronnologi yang dilakukan selama periode itu adalah membeli atau menukar saham dalam portofolio Asabri dengan saham-saham milik Heru, Bentjok dan satu pihak lainnya yaitu LP yang merupakan Direktur Utama PT Prima Jaringan.

Untuk informasi, ketiga orang ini bukanlah merupakan konsultan investasi ataupun manajer investasi (MI). Dana yang di tempatkan ke saham-saham milik ketiga pihak ini dilakukan dengan harga yang dimanipulasi sehingga menjadi bernilai tinggi. Tentu bertujuan untuk menunjukkan bahwa kinerja portofolio investasi Asabri terlihat baik.

Setelah saham-saham ini sebagai portofolio Asabri, kemudian ditransaksikan dan dikontrol oleh 3 orang ini. karena, berdasarkan kesepakatan saham tersebut harus terlihat likuid dan bernilai tinggi, sebenarnya transaksi ini dilakukan hanya transaksi semu dan menguntungkan pihak Bentjok, Heru dan LP dan tentunya merugikan Asabri.

ARD merupakan salah satu tersangka, dimana sebelumnya adalah direktur utama Asabri periode 2011-2016 yang melakukan kesepakatan dengan Bentjok. Sedangkan direktur utama periode selanjut, SW, melakukan kesepakatan dengan Heru Hidayat. Namun sayangnya kesepakatan kedua direksinya ini justru merugikan perusahaan dan malah menguntungkan kedua pihak eksternal ini.

5 tersangka lain berasal dari internal Asabri dan satu lainnya swasta. Dari internal PT Asabri masuk beberapa Jenderal (purn) yang akhirnya harus mengenakan rompi orange. Mereka adalah Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri (ARD) selaku Dirut PT Asabri periode tahun 2011 s/d Maret 2016.

Dana asabri juga digunakan untuk pebelian rumah subsidi oleh TNI dan polri tp dengan proses yang lumayan panjang, jika anda ingin membeli rumah idaman berikut Cara Menabung Untuk Membeli Rumah Lewat 5 Jurus Jitu

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: