Gejala Virus Corona Vs Demam Berdarah Dengue, Kenali Bedanya

Share Keteman & Saudara


Jakarta

Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, Indonesia menghadapi pergantian musim atau masa pancaroba. Penyakit lain yang juga diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD).

“Kami mengingatkan saat ini adalah periode pancaroba yang secara klasik ada gambaran peningkatan kasus demam berdarah di daerah,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (8/4/2020).

“Oleh karena itu mari kita cegah tetap di rumah, berantas sarang nyamuk,” lanjutnya.

Sama-sama disebabkan oleh virus, COVID-19 dan DBD adalah 2 penyakit yang berbeda. Gejalanya pun tidak sama. Dikutip dari UNB, berikut ini perbedaan gejala antara DBD dan virus Corona.

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Gejala pada penyakit DBD ini biasanya mulai bisa terlihat dalam waktu 4-6 hari setelah penularan terjadi. Gejala yang muncul yaitu:

– Demam tinggi secara mendadak

– Muntah-muntah

– Mual

– Sakit kepala yang sangat kuat

– Kelelahan atau mudah lelah

– Rasa sakit yang muncul di belakang mata

– Nyeri pada otot dan persendian tulang

– Muncul ruam pada kulit, yang akan muncul 2-5 hari setelah demam

– Terjadi perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, mudah memar, dan gusi berdarah)

2. Virus Corona COVID-19

Penyakit karena infeksi virus ini dapat menyerang tubuh, misalnya pada hidung, sinus, dan tenggorokan bagian atas. Gejalanya terdiri dari:

– Demam

– Batuk

– Sesak napas

– Pilek atau hidung berlendir

– Sakit tenggorokan

Saat virus Corona menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan dan paru-paru), maka dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Biasanya menyerang orang-orang yang lanjut usia, imunitas yang lemah, dan memiliki penyakit bawaan misalnya penyakit jantung dan lain-lain.

Simak Video “WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)


Baca Juga :   Pekerja Shift Malam Lebih Berisiko Terserang Kanker, Ini Sebabnya!

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: