Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk, 7 Alasan Medis Kenapa?

Jika anda tengah berusaha menurunkan berat badan, maka jumlah tidur anda pun sama pentingnya seperti diet dan olahraga yang selalu anda jalankan setiap hari. Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk!

Tetapi sayangnya, banyak orang cenderung tidak mampu mendapatkan waktu tidur yang cukup. Faktanya, sekitar 30% orang dewasa di dunia memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam per malam.

Selain itu, banyak pula bukti yang telah memperlihatkan bahwa waktu tidur bisa berefek pada berat badan anda. Bukannya malah menurunkan berat badan, kekurangan tidur malah akan meningkatkan berat badan anda dengan cara yang tidak menyehatkan.

Kok bisa? Dikutip dari berbagai macam penelitian, berikut adalah fakta-fakta kenapa tidur yang cukup diperlukan jika anda ingin menurunkan berat badan anda.

  1. Kurang Tidur Penyebab Utama Obesitas
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk

 

Pola tidur yang buruk telah seringkali dikaitkan secara berulang dengan meningkatnya indeks massa tubuh (BMI) dan kenaikan berat badan.

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda mengenai waktu tidur mereka, tetapi secara rata-rata, penelitian memperlihatkan bahwa mereka yang tidur kurang dari 7 jam setiap malamnya cenderung mengalami kenaikan berat badan.

Bahkan dalam sebuah ulasan juga menemukan bahwa durasi waktu tidur yang sebentar dapat menyebabkan obesitas sebanyak 89% pada anak-anak dan orang dewasa sebanyak 55%.

Selanjutnya, kebanyakan gangguan tidur – seperti apnea tidur – bisa diperparah oleh kenaikan berat badan anda. Sehingga lingkaran setan pun akan terjadi di sini.

Parahnya, lingkaran setan ini akan semakin sulit untuk dihindari jika anda tidak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak.

  1. Kurang Tidur Meningkatkan Nafsu Makan
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Meningkatkan Nafsu Makan

Banyak penelitian juga telah menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang tidur cenderung merasa lebih lapar dan nafsu makan mereka terlihat meningkat. Bisa saja pencernaan akan terganggung berikut 8 Manfaat Jambu Batu dan Daunnya Untuk Kesehatan Tubuh

Ini sebagian besar disebabkan oleh pengaruh tidur pada dua hormon penting yang bertanggung jawab terhadap perasaan lapar anda, yaitu ghrelin dan leptin.

Baca Juga :   6 kelebihan Kentang Untuk Kesehatan Wajah Anda, Bikin Awet Muda!

Ghrelin merupakan sejenis hormon yang dilepaskan di dalam perut untuk memberikan sinyal lapar kepada otak anda. Kadarnya cenderung akan meningkat sesaat sebelum jam makan, atau ketika perut anda kosong dan memberitahu anda bahwa tubuh membutuhkan makanan saat itu juga.

Sementara leptin merupakan hormon yang dilepaskan oleh sel-sel lemak. Jenis hormon ini berfungsi dalam menekan perasaan lapar dan memberikan sinyal perasaan kenyang kepada otak anda.

Tetapi ketika anda kurang tidur, maka tubuh anda akan lebih banyak memproduksi ghrelin dan mengurangi kadar leptin, akibat kacaunya tubuh anda saat itu, sehingga membuat anda merasa selalu lapar dan meningkatkan nafsu makan secara tidak wajar.

Selain itu, hormon kortisol juga akan meningkat ketika anda kekurangan tidur. Kortisol sendiri merupakan jenis hormon stres yang juga bisa meningkatkan perasaan lapar anda.

  1. Cukup Tidur Membantu Melawan Ngidam Makanan
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Membantu Melawan Ngidam Makanan

Kekurangan tidur sudah pasti dapat mengubah cara otak anda bekerja, sehingga akan membuat anda semakin sulit dalam memilih dan memilah jenis makanan sehat yang harus anda konsumsi setiap hari.

Kurang tidur juga akan menjemukan aktivitas di lobus frontal otak anda. Padahal, lobus frontal sangatlah penting dan bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan pengendalian diri.

Alhasil, anda akan semakin sulit mengendalikan diri anda untuk menjauhi makanan-makanan yang berkalori tinggi dan kaya lemak, sembari menghindari makanan sehat karena cenderung memiliki rasa yang kurang enak.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 12 pria memperlihatkan bahwa mereka yang kekurangan tidur cenderung meningkatkan asupan kalori mereka hingga 22%, serta asupan lemak mereka bertambah menjadi 2 kali lipat, dibandingkan dengan orang-orang yang tidur delapan jam setiap malamnya.

  1. Kurang Tidur Meningkatkan Asupan Kalori
Baca Juga :   Cara Memilih Makanan Sehat untuk Menu Diet
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Meningkatkan Asupan Kalori

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kekurangan tidur bisa menyebabkan anda mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dikeluarkan. Tentunya kondisi ini sangatlah buruk bagi anda yang tengah menjalani diet menurunkan berat badan.

Peningkatan kalori ini disebabkan oleh nafsu makan anda yang menggila dan pilihan makanan yang sangat buruk, seperti yang sudah dijelaskan panjang lebar di atas.

Namun, bisa juga disebabkan karena kebiasaan waktu bangun anda. Kebanyakan orang biasa menghabiskan waktu gadang mereka di depan TV sambil mengemil makanan dengan kandungan kalori berlebih.

  1. Kurang Tidur Mengurangi Metabolisme Istirahat
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Mengurangi Metabolisme Istirahat

Laju Metabolik Istirahat (RMR – resting metabolic rate) merupakan sejumlah kalori yang dibakar tubuh saat anda tengah beristirahat. Laju ini tentunya dipengaruhi oleh usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan massa otot.

Selain itu, penelitian juga memperlihatkan bahwa kekurangan tidur pun bisa mempengaruhi laju metabolik istirahat anda secara negatif. Penelitian ini melibatkan 15 pria yang bangun selama 24 jam, dan memperlihatkan bahwa mereka cenderung memiliki 5% RMR lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang tidur secara normal, serta tingkat metabolisme mereka setelah makan menurun hingga 20%.

Perlu diingat bahwa metabolisme sangatlah dibutuhkan jika anda ingin menurunkan berat badan anda, sehingga banyak para pelaku diet yang juga mengimbanginya dengan berolahraga demi meningkatkan tingkat metabolisme mereka.

Selain itu, kekurangan tidur pun bisa berefek pada hilangnya otot anda. Padahal, otot akan membakar lebih banyak kalori daripada lemak saat sedang beristirahat, jadi ketika otot anda hilang, maka laju metabolisme istirahat anda pun akan menurun.

  1. Tidur Meningkatkan Aktivitas Fisik
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Tidur Meningkatkan Aktivitas Fisik

Mungkin sudah bukan rahasia lagi jika kekurangan tidur bisa menyebabkan anda merasa lelah saat siang hari, sehingga membuat anda merasa kurang termotivasi dan tidak mampu bekerja secara produktif.

Baca Juga :   9 Cara Mudah Menjadi Sehat

Selain itu, anda pun akan lebih merasa cepat lelah saat berolahraga jika memiliki pola tidur yang buruk. Alhasil, anda pun akan merasa malas untuk berolahraga.

Bahkan fakta ini didukung oleh sebuah penelitian yang memperlihatkan bahwa mereka yang kurang tidur cenderung memiliki jumlah dan intensitas yang rendah saat beraktivitas fisik.

Artinya, mendapatkan tidur yang cukup dapat meningkatkan kualitas dan performa latihan anda di siang hari. Karena seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa menurunkan berat badan tidak hanya berfokus pada diet saja, melainkan juga harus dibarengi dengan olahraga yang teratur dan pola hidup yang sehat.

Tidur yang cukup juga merupakan bagian syarat dari pola hidup yang sehat, sehingga bisa membantu anda menurunkan berat badan secara lebih efektif dan nyata. Sumber 8

  1. Tidur Cukup Mencegah Resistensi Insulin
7 Alasan Medis Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk
Mencegah Resistensi Insulin

Ini mungkin efek yang paling terparah, dimana resistensi insulin bisa mengakibatkan anda terkena penyakit kronis yang dikenal dengan sebutan diabetes tipe-2.

Insulin sendiri merupakan hormon yang membawa gula dari aliran darah anda ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai energi. Tetapi ketika sel-sel anda tersebut mengalami resisten terhadap insulin, maka gula pun akan menetap di dalam aliran darah dan tubuh pun akan semakin banyak menciptakan insulin demi mengimbanginya.

Kebanyakan insulin dapat membuat anda merasa lebih lapar dan memberitahu tubuh anda untuk menyimpan lebih banyak kalori sebagai lemak. Alhasil, tidak hanya akan menempatkan anda pada diabetes tipe-2, tetapi juga bisa meningkatkan berat badan anda secara pasti.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: